KONTROVERSI KEWALIAN MARYAM (Analisis Kajian Qashash Al-Qur’an Kitab Tafsir Jami’ Al-Bayan)

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

agus Setiawan
ali zainal arifin
ai siti Nurjanah

Abstract

Maryam adalah sosok wanita mulia yang Allah lebihkan diantara banyaknya para wanita. Maryam merupakan wanita yang dekat serta ta’at kepada Allah. Maryam adalah wanita suci sepanjang masa yang namanya disebutkan dalam Al-Qur’an sekaligus diabadikan menjadi salah satu nama surat dalam Al-Qur’an. Jiwa yang bersih dan ketekunan dalam beribadah menjadi salah satu sebab turunnya karamah Allah yang tidak pernah diberikan kepada seorangpun selainnya. Dengan banyaknya karamah yang Allah berikan, ada sebagian para ahli tafsir yang menganggapnya sebagai nabi perempuan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang kontroversi Kewalian Maryam menurut pendapat ahli tafsir. Hasil dari penelitian ini adalah ketika menafsirkan ayat-ayat karamah Maryam dalam Al-Qur’an penulis menemukan banyak kontroversi para ahli tafsir tentang kewalian Maryam. Perbedaan pendapat itu muncul dari pemahaman mereka dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an. Salah satunya dalam memahami QS. Maryam: 19. Sebagian muffasir ada yang berpendapat peristiwa tersebut sebagai nubuwwah (risalah kenabian) dan ada juga yang berpendapat bahwa peristiwa tersebut bukan sebuah nubuwwah melainkan petunjuk dan kehendak Allah SWT.


 

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Setiawan, agus, arifin, ali zainal, & Nurjanah, ai siti. (2021). KONTROVERSI KEWALIAN MARYAM (Analisis Kajian Qashash Al-Qur’an Kitab Tafsir Jami’ Al-Bayan). Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 1(2), 84-95. Retrieved from http://jurnal.stiq-almultazam.ac.id/index.php/muhafidz/article/view/15