MADU DALAM AL-QUR’AN (Studi Penafsiran Qs. An-Nahl : 68-69)

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Kudriah Kudriah
Muhammd Zaidi
Nina Nurrohmah

Abstract

Madu merupakan salah satu produk lebah yang dijelaskan secara khusus dalam QS. An-Nahl ayat 68-69. Sejak zaman dahulu madu telah banyak digunakan untuk berbagai kepentingan. Seiring berkembangnya zaman, banyak penelitian yang telah membuktikan manfaat dari madu. Namun banyak di antara masyarakat yang enggan mengonsumsi madu dan lebih memilih minuman kemasan yang mengandung pemanis buatan yang dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu untuk menambah keyakinan bahwa pada madu terdapat banyak manfaat dan agar madu populer di kalangan masyarakat perlu adanya penelitian tentang madu. Penyebutan madu dalam Al-Qur’an tidak disebutkan secara langsung, namun menggunakan istilah minuman yang bermacam-macam warnanya. Dalam hal ini Allah memiliki maksud tertentu untuk membuat manusia dapat menemukan sisi kemukjizatan darinya. Selain itu, dengan mengkaji mengenai madu akan dapat mengambil nilai filosofis dari hewan penghasil madu, yaitu lebah. Dalam penelitian ini juga disertakan beberapa cara agar madu populer di kalangan masyarakat dengan tujuan untuk meminimalisir tingginya konsumsi masyarakat terhadap minuman instan kemasan.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Kudriah, K., Zaidi, M., & Nurrohmah, N. . (2021). MADU DALAM AL-QUR’AN (Studi Penafsiran Qs. An-Nahl : 68-69). Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 1(2), 121-135. Retrieved from http://jurnal.stiq-almultazam.ac.id/index.php/muhafidz/article/view/22