Bergerak dan Diamnya Gunung dalam Al-Qur’an menurut Fakhr Al-Dîn Al-Râzî

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Mahmud Rifaannudin
Faiz Alauddin

Abstract

Gunung merupakan salah satu ciptaan Allah yang luar biasa membuat manusia takjub dengan ketinggiannya dan kebesarannya. Al-Qur’an telah menyebutkan dua istilah yang berbeda dalam mendeskripsikan fungsi gunung, pertama menggunakan istilah Tsub?tu (sebagai pasak) dan kedua menggunakan istilah Mur?ru (berjalan), tentu keduanya mempunyai maksud dan fungsinya tersendiri. Fakhr Al-D?n Al-R?z? mengibaratkan pergerakan bumi (daratan) ini seperti kapal, Jika kapal berada diatas permukaan air, maka kedua sisinya akan terombang ambing, dan jika benda-benda berat ditempatkan di kapal itu atau diturunkannya jangkar, maka kapal itu akan menetap di permukaan air. Allah Swt menciptakan daratan di atas permukaan air, yang pada hakikatnya daratan itu bergolak dan timbul, maka Allah Swt menciptakan gunung-gunung yang berat ini di atasnya, supaya daratan ini bisa menetap di atas permukaan air. Penciptaan gunung-gunung di muka bumi ini seperti pasak yang ditancapkan pada bola yang mencegah daratan dari gerakan yang tidak stabil, sehingga mencegah daratan tenggelam akibat pasang surutnya air laut, dan supaya daratan ini tidak miring.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Rifaannudin, M., & Alauddin, F. (2022). Bergerak dan Diamnya Gunung dalam Al-Qur’an menurut Fakhr Al-Dîn Al-Râzî. Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 2(2), 279-292. Retrieved from http://jurnal.stiq-almultazam.ac.id/index.php/muhafidz/article/view/39